Senin, 14 September 2015

SEPI DALAM KERUMUNAN KOTA

Di tengah keramaian kota ini
Aku berjalan sendiri
Mencari dirimu
Di antara kerumunan wajah

Di tengah keramaian kota ini
Kurasakan sepinya hati
Tanpa denganmu
Di antara gelak tawa yang terlepas

Di tengah keramaian kota ini
Kurasakan dinginya malam
Tanpa genggaman tanganmu
Di antara himpitan desakan

Di tengah keramaian kota ini
Aku mencarimu
Walau kutahu
Kau tak mungkin hadir

SATU PURNAMA BERLALU

Satu purnama berlalu pergi
Membawa diriku jauh
Dari senyuman keceriaan
Dari semangat yang menggelora
Dari langkah yang terus berpacu

Satu purnama berlalu pergi
Merenggut kebebasan jiwa
Terpasung dalam kegalauan
Terpenjara dalam kegetiran
Terperosok dalam kebimbangan penyesalan

Kini Purnama baru hadir kembali
Akankah kembali menghadirkan diriku
Dalam sejumput harapan yang pasti
Dalam kebebasan jiwa yang terpenjara
Dalam ketegapan langkah untuk menjemput
Secerah keceriaan yang kembali bersinar

Satu purnama
Berlalu pergi
untuk diriku
Hadir kembali
entah untuk siapa

VIVA

Beribu langkah kuberjalan
Melintas ziarah tak berbatas
Menyeberang waktu dulu dan kini
Menggapai akan kelana tak henti
Menggenggam musim datang dan pergi
Lantas kau mengajak
berhenti sejenak
Menoleh ladang berseminya cinta
Di bawah pohon Kihujan
Di atas rumput pancasila
Janji kita sama mengucap
Menabur Kesetiaan
Mulia sepanjang Ziarah
(Goresan untuk Almamaterku Seminari Kisol dalam HUT ke-60, 08 September 2015)

Rabu, 05 Agustus 2015

AKU AKAN TETAP DI SINI



Aku akan tetap di sini
Dalam keheningan malam
Di bawah naungan  flamboyan sudut taman
Di atas bangku tua
Merajut helai  kemesraan terpatri di relung hati
Yang terus mendamba kembali terulang

Aku akan tetap di sini
Di bangku tua ini
Meretas jarak pulaumu pulauku
Memeluk rindu menghalau risau
Hatimu hatiku tak akan pergi
Sejauh dirimu dariku

Akan akan  terus di sini
Di keheningan malam ini
Berduaan saja dengan kenangan
Yang  terus memeluk keindahan  jiwa
Ketulusanmu kerelaanku

Yah..aku masih di sini
Dalam  dendang Senandung  rindu tak berujung
Walau gumpalan rasa penyesalan merayu
Aku tetap di sini di bangku ini
Menyiram bunga kenangan
Sampai kembangnya mekar
Mewangi kembalinya dirimu di sisiku.

Sabtu, 01 Agustus 2015

PURNAMA DI MALAM MINGGU

Bulanku datang lagi
Purnama di malam minggu
Menemani risaku
Berkisah tentangmu
Lewat sair rindu
Yang kini sendu dalam kalbu

Bulanku datang lagi
Mengintai persembunyianku di lorong kota
Mendamba engkau temukan
Membidik kejuahanku
Mengharap kau rindukan

Di sini...di hati ini
Terpatri sucinya cintamu
Hangatkan gelora jiwa
Dalam sepenggal puisi
Purnamamu selimut cinta
Menghangatkan kisah lalu
Yang terulang dalam kesendirian

Jumat, 24 Juli 2015

UNTUKMU SAHABATKU



Kau
Sahabatku yang di sana...
Di relung hatiku yang memahamimu hatimu
Duduk  memintal benang-benang sepinya malam
Dalam selembar kehangatan membalut  galau

Sahabat
Aku  akan tetap  di sini di lereng bukit ini
Membidik  Sinar matamu dalam cahaya rembulan
Membelai  kegundahan jiwamu  bersama hembusan angin malam
Menyibak rambutmu  menghapus resah
Di Purnama wajahmu

Aku rasakan denyutan jantungmu
Pada deburan ombak  di bibir pantai
Pias terpecah mengajaku  bangkit berdiri
Menemuimu dalam rasa yang pernah kualami
Memapah tanganmu untuk berdiri

Melangkah sejenak
Memandang  birunya langit
Dibaliknya  tersimpan rahasia
Cinta   menghapus beribu resah
Harapanku,harpanmu
Pasti  menyatu dalam cerahnya mentari
Esok hari.


(untukmu yang lagi galau)...

Jumat, 29 Mei 2015

SAKITNYA TU DI SINI



Sakitnya  tu di sini

berharap Menggapai Sepenggal Pengakuan
akan setianya diriku mendampingimu
sejak dalam bakal buah
terus Lahir , memapah ..... berjalan
dan kini Cantik menawan hati
semua mata yang memandang

Sakitnya tu disini
merindu seonggokan angan yang tak terdengar.
teraih pengingkaran di ujung senja
terpana menatap kekosongan sang rembulan
terhempas  dalam bayang-bayang impian tak berakhir

Sakitnya tu di sini
menahan air mata  
membalut hatiku yang tersayat
merasakan bagai sebutiran debu
yang tak berarti.

Kesetiaanku hanyalah
aroma yang mewangi dirimu
dimiliki yang lain
sakitnya tu di sini

(Pagi menjelang,  Akhir Mei 2015)