Senin, 27 Mei 2019

SENJA

Di tepinya senja ini
Kutitip sebuah kesah yang membelenggu
Berpagut dalam jiwa terpasung
Melilit semangat yang menggelora

Di remang cahaya kaki langit
Kutaburkan serpihan niat kusam kelabu
Terbersit sepanjang ziarah hari ini
Mengharap lekas pergi di balik awan
Hilang bersama kemilau ombak terpias

Kau yang kian bertahta di dalam lubuk hati
Haruskan kudiam dengan seribu bahasa yang lantang?
Ataukah kudendangkan dalam pancaran sinar mata yang sayu?
Dapatkah kuhabiskan kisah bersama mentari hari ini?

Kutahu …kau pun tahu
Aku hanyalah sebuah pulau
yang tepinya selalu diterpa riak-riak gelombang
asmaramu-asmaraku

SENJA INI

Di tepinya senja ini
Kutitip sebuah kesah yang membelenggu
Berpagut dalam jiwa terpasung
Melilit semangat yang menggelora

Di remang cahaya kaki langit
Kutaburkan serpihan niat kusam kelabu
Terbersit sepanjang ziarah hari ini
Mengharap lekas pergi di balik awan
Hilang bersama kemilau ombak terpias

Kau yang kian bertahta di dalam lubuk hati
Haruskan kudiam dengan seribu bahasa yang lantang?
Ataukah kudendangkan dalam pancaran sinar mata yang sayu?
Dapatkah kuhabiskan kisah bersama mentari hari ini?

Kutahu …kau pun tahu
Aku hanyalah sebuah pulau
yang tepinya selalu diterpa riak-riak gelombang
asmaramu-asmaraku

MIMPI

Yang...
Selamat bermimpi
Tentang rembulan
Tentang semilir angin malam
Tentang piasan ombak

Yang...
Selamat bermimpi
Mengulang kenangan
Tangaku tanganmu menggenggam erat
Sembari
Duduk di bibir pantai
Di bawah remang rembulan
Jariku jarimu
melukis hati yang hilang
di pasir putih

Rangkat 25 Mei 2019

NYANYIAN JIWA

Nyanyian ini
Kulantungkan bersama gelora jiwa
melilit kerinduan tak bertepi
Melilit keheningan memanggil
Menggores kebisuan  terpantul

Nyanyian ini.....
Kukirim lewat cahaya Rembulan
Bersama Kedipan bintang

Hatiku terus bersyair
Tentang birunya rindu
Memagut Harapan
Memori kembali terulang

Berteduh di keheningan telaga
Memantul hatiku hatimu
Terpaut tak lepas....

Rangkat Atas, 26 Mei 2019


Senin, 17 Oktober 2016

HUJAN

Hujan mengapa kau turun tak hentinya..
Hujan tega kau batalkan janjiku
Bertemu dengannya
Walau dalam kisah basah berdua
Di persimpangan jalan

MADONA

MADONA,....!!!!
MADONA
MADONA

ku kan tetap memnggil namamu
Dalam gelapnya siang
dan terangnya malam


Ku kan tetap bernyanyi untukmu
Takala menuruni bukit
dan mendaki ke lembah.
Dan...kukan tetap tegar
Dalam semangat yang lunglai
dan ku akan tetap tersenyum
dalam getir jiwa yang tersayat

MADONA
MADONA
MADONA

Kuttulis namamu
pada Loh hati yang hilang

PURNAMA KENANGAN

Purnamanya bulan di malam ini
Tak seindah purnama bulan berlalu
Sendiri duduk di bangku ini
Diam seakan membisu

Menyusuri lorong kenangan
Di bawah terang rembulan
mencuri pandang
Mengagumi beningnya telaga mata
Memantulkan kemilau
purnamanya cinta

(Minggu, 16 Oktober 2016)