Selasa, 09 Juli 2013

HATIMU



Mengetuk hatimu
Bagai angin
berlalu pergi
tanpa jejak

Mengetuk hatimu
Bagai air
Di daun talas
Tak ada jejak

Mengetuk hatimu
Bagai kepala
Membentur tembok
Sakitnya
Menyiksa diri

Mengetuk hatimu
Mungkin terus mengetuk
Mengetuk terus
Sampai ?????

Minggu, 07 Juli 2013

MEMAGUT MEMORI



Sepi  ini
Memagut memori  terpatri
Menggores kisah tersimpan
Menggetir kerinduan terpasung

Sepi ini
Menggantung sejuta tanya ingin lepas
Merenda angan kembali terulang
Menghitung asa terkikis masa
Memintal benang  kenangan
Membalut  kedingan jiwa  yang menggetar.

Sepi ini
Merajut angan terus berkelana
Menggapai  impian  melambung
Menambat jangkar kasih terukir
Di pantai hatimu  berlabuh
Terbuai cintaku beralalu

Kamis, 27 Juni 2013

KUTULIS HATI YANG HILANG

Pada beningnya telaga
Kutulis hati yang hilang
Di atas pucuk-pucuk riak gelombang
Menghapus jejak tapak berlalu
Tertelan pasir putih terhampar

Pada desirnya angin senja
Kubisikan cinta dalam kebisuan kata
Kulantungkan nyanyian kagum dalam diam
Berbingkai jiwa terpasung
Dalam keraguan menyakitimu

Pada cahaya bulan purnama menerpa
Naluri jiwa tegar mendesak
Memacu gelora kenangan masa lalu
Kembali duduk
Di tepian beningnya telaga matamu
Membasuh riak-riak berlinang
Air matamu…air mataku.

Lereng bukit, 27.06.2013….12:37

Selasa, 25 Juni 2013

PUISI LANGIT MENERANGKAN KISAH

Puisi langit menerangkan kisah hati,
Di antara taburan bintang,
Di terangi cahaya rembulan,
Aku tergambar dalam kisah ini,

Jauh di ufuk barat ada penggalan kisah,
Kisah laut yang mulai pasang,
Sapuan ombaknya keras menghujam karang,
Aku jua tergambar di kisah ini,

Pada tiang layar terlukis berbagai kisah,
Kala camar melepas lelah,
Kepak sayapnya yang sudah lelah dan lemah,
Aku ikut tergambar dalam kisah ini,

Aku ada dalam segala kisah dan cerita,
Aku harus bisa merangkum semuanya jadi satu jiwa,
Lalu menuangkan nya kembali dalam bait-bait puisi,
Sebelum kisah itu benar-benar berakhir dan terbuang.

- o'manis -
Diambil dari group "Puisi-puisi Indah Kita Semua"  yang diupload pada tanggal 25 Juni 2013. Saya telah meminta kepada Penulisnya dan disetujui tanpa menghilangkan identitas penulis "- o'manis- tertera di akhir puisi.
 

Rabu, 19 Juni 2013

KALA SENJA

JALANKU JALANMU

Jangan-jangan kau abaikan kata yang terucap
Jangan-jangan kau tambahkan kata yang tak pernah ada
Hatiku…hatimu……memang berbeda
Ziarahku..ziarahmu bukan satu tujuan

Yang ada cumalah kata tuk saling percaya
Yang ada cumalah harapan tuk terus berjalan
Pada jalanmu
Pada jalanku

Jangan-jangan kau benarkan dirimu sendiri
Jangan-jangan kau salahkan diriku ini
Aku adalah kelana terasing
Dari dunia karbitan gemerlap terjanji

WAJAH MNGUNDANG GUNDAH



Kau yang di sana
Mengapa hadir  kala hati bersembunyi dalam keremangan
Mengapa intai  jiwa yang lagi menyepi  di malam bisu
Mengapa bangunkan memori biru yang terlelap dalam angan
Mengapa  pancarkan secercah sinar pengharapan
Pada wajah yang mengundag gundah

Kau yang di sana
Bangun dan marilah sama melangkah
Menuju tepian hasrat kuat mengulang
Kisah kasih  terpatri
Pada loh hati yang tak pernah  tebas terbuang
Walau tergilas waktu yang datang dan pergi

Kau wajah yang membangkitkan nama.
Haruskah gelora jiwa ini  terus menderu
Meretas dinding-dinding  kembara tak bertepi
Menghapus tapak-tapak ziarah tak berujung
Menggema sayup-sayup suara merayu kembali terulang

Kau …..
Wajah yang mengundang gundah
Haruskah  Getar-getar jiwa  terus menggetir
Membingkai  hati di balik wajah beradu tatap


Kau  …….
 Wajah mengundang gundah
Biarkan abadi memori biru
Berlagu merdu merindu
Bergema gaung  memantul
Antara dinding hatiku…hatimu